Senin, 09 Juli 2012

Digitals Go Green: Paradigma Baru Digitalisasi Guna Kelestarian Lingkungan Indonesia



 

              
Pernah mendengar istilah ‘Go green’  atau melihatnya tercetak di beberapa baliho di sudut jalan ?  Atau bahkan melihatnya tercetak di kaos seseorang ? Kebanyakan dari kita mungkin akan mengiyakan pertanyaan tersebut. Meskipun salah satu di antara kita mungkin melihat tulisan go green pada tempat dan kondisi yang lain.
Istilah go green beberapa tahun terakhir memang mulai marak dicantol dan berhasil bersenyawa dengan beberapa sendi penting dalam kehidupan kita. Sebut saja ilmu pengetahuan yang menjelma menjadi Green Science atau bidang ekonomi yang tak mau kalah dengan konsep terbarunya, Green Economy.

Sabtu, 30 Juni 2012

Indonesia: Ujung Tombak Green & Blue Economy Dunia


Paduan: Panorama indah paduan hijau dan biru. Ciri khas alam ‘paling Indonesia’.

Jika warna menjadi cerminan sebuah kekayaan yang dimiliki oleh sebuah negara, maka tak salah jika warna hijau dan biru disematkan pada Indonesia. Tentu tidak berlebihan mengingat Indonesia memiliki alam yang hijau menyejukkan dan laut yang biru membahana.
Alam Indonesia yang hijau dan biru memang menjadi ciri khas tiada tara. Sebagai negara agraris dan maritim, alam Indonesia menyimpan potensi yang sangat besar bagi nusantara, termasuk di bidang ekonomi. Lumbung devisa negara kita sampai saat ini pun masih berada di alam. Mulai dari sektor pertanian, kelautan, perikanan,  hingga sektor pariwisata. Apa lagi saat ini konsep Green & Blue Economy (GBE) tengah marak digalakkan seantero dunia karena permasalahan lingkungan yang mendesak dan telah mengancam kelangsungan hidup manusia.

Senin, 23 April 2012

Pasar Tradisional atau Pasar Modern ???


                                                                
Sibuk: Seorang pedagang Cabai yang menjajakan dagangannya di Pasar Terong sibuk menyortir cabainya, Sabtu (21/4/2012). Foto: Imam Hidayat
            
             Ada sebuah jalan yang sangat unik dibanding jalan lain di seantero Kota Daeng. Jalan yang berhulu di Jl. Gunung Bawakaraeng ini panjangnya tak lebih dari 200 meter. Tak seperti jalan lain pada umumnya, pagi-pagi buta jalan ini tiap harinya telah ramai disesaki wagra Makassar, bahkan ada beberapa dari luar Makassar misalnya warga Kabupaten Maros dan Gowa yang khusus datang ke jalan ini.